Jumat, 25 November 2011

aliran konvergensi



ALIRAN KONVERGENSI
“JULAIHA SAPSUHA”

Abstrak : Aliran konvergensi dipelopori oleh William stern,Ia berpendapat bahwa seorang anak dilahirkan  di dunia sudah disertai pembawaan bayi baik maupun pembawaan buruk. Proses pembawaan anak, baik faktor pembawaan maupun factor lingkungan sama-sama peranan sangat penting. Bakat yang di bawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan sesuai perkembangan anak itu. Adapun tujuan penulisan artikel ini yaitu pemberikan pemahaman kepada setiap calon tenaga kependidikan, utamanya calon pakar kependidikan tentang aliran-aliran klasik dan pendidikan ( konvergensi ) agar dapat menangkap makna setiap gerak dinamika pemikiran-pemikiran pendidikan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah library research (penelitian kepustakaan) dimana penelitian yang dilakukan dengan menggunakan literature/kepustakaan. Literature yang dimaksud adalah internet, buku, makalah dan skripsi. Data-data dan teori atau teman-teman yang diperoleh melalui internet, buku, makalah dan skripsi kemudian telah dan dipelajari. Hasil kajian pustaka menunjukan bahwa aliran konvergensi adalah keadaan menuju satu titik pertemuan.  

Kata kunci : Aliran konvergensi
A.Pendahuluan
Menurut J.J Ruosseau (1712-1778) Aliran-aliran pendidikan telah di mulai sejak awal hidup manusia, karna setiap kelompok manusia selalu dihadapkan dengan generasi muda keturunannya yang memerlukan pendidikan yang lebih dan layak dari orang tuanya. Didalam kepustakaan tentang aliran-aliran pendidikan, pemikiran-pemikiran tentang pendidikan telah di mulai sejak zaman Yunani kuno sampai kini. Oleh karna itu, pembahasan tersebut hanya dibatasi pada beberapa rumpun aliran klasik, pengaruhnya sampai saat ini dan dua tolak penting pendidikan di Indonesia.
            Alangkah pentingnya kita berteori dalam praktek di lapangan pendidikan karna pendidikan dalam praktek harus di pertanggungjawabkan. Tanpa teori dalam arti seperangkat alasan yang rasional dan konsisten dan saling berhubungan maka tindakan-tindakan dalam pendidikan hanya di dasarkan atas alasan-alasan yang kebutulan, seketika dan ajimumpung. Hal itu tidak boleh terjadi karna setiap tindakan pendidikan bertujuan memenuhi nilai yang terbaik bagi peserta didik dan pendidik. Bahkan pengajaran yang baik merupakan sebagian dari pendidikan selain memerlukan proses dan alasan yang  rasional serta intelektual juga terjalin oleh alasan yang bersifat moral. Sebabnya ialah karna unsur manusia yang di didik dan memerlukan pendidikan adalah mahkluk manusia yang harus menghayati nilai-nilai agar mampu mendalami nilai-nilai dan menata perilaku serta pribadisesuai dengan harkat nilai-nilai yang dihayati itu. Mari kita kembali berprihatin sesuai ucapan Dr.Gunning yang dikutip Langeveld (1955).  “praktek tanpa teori adalah untuk orang idiot dan gila, sedangkan teori  praktek hanya untuk orang-orang jenius”.
         Ini berarti bahwa pendidikan tidak dilakukan kecuali oleh orang-orang yang mampu bertanggung jawab secara rasional, sosial dan moral. Sebaiknya apabila pendidikan dalam praktek dipaksakan tanpa teori dan alas an yang memadai maka hasilnya adalah bahwa semua pendidik dan peserta didik akan merugi. Kita merugi karna tidak mampu bertanggung jawab atas esensi perbuatan masing-masing dan bersama-sama dalam pengamalan pancasila. Pancasila yang baik dan memadai, konsisten antara pengamalan (lahiriah) dan penghayatan (psikologi) dan penataan nilai secara internal. Dalam hal ini kita bukan menyaksikan kegiatan (praktek) pendidikan tanpa dasar teorkinya tetapi suatu praktek pendidikan nasional tanpa suatu teori yang baik. Adapun tujuan penulisan artikel ini yaitu memberikan pemahaman kepada setiap calon  tenaga kependidikan, utamanya calon pakar pendidikan tentang aliran-aliran klasik dalam pendidikan (konvergensi) agar dapat menangkap makna setiap gerak dinamika pemikiran-pemikiiran dalam pendidikan .
B. Metode
Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah library research (penelitian kepustakaan) dimana penelitian yang dilakukan dengan menggunakan literature/kepustakaan. Literature yang dimaksud adalah internet, buku, makalah dan skripsi. Data-data dan teori atau teman-teman yang diperoleh melalui internet, buku, makalah dan skripsi kemudian telah dan dipelajari

C. Hasil dan pembahasan
Perbedaan pandangan tentang faktor dominan dalam perkembangan manusia tersebut menjadi dasar perbedaan pandangan tentang peran pendidikan terhadap manusia, mulai dari yang paling pesimis sampai yang paling optimis. Aliran-aliran itu pada umumnya mengemukakan satu faktor dominan tertentu saja, dan demikian, suatu aliran dalam pendidikan akan mengajukan gagasan untuk mengoptimalkan faktor tersebut untuk mengembangkan potensi kehidupan manusia.
ALIRAN KONVERGENSI 
          Perintis aliran ini adalah William stern (1871-1939), seorang ahli pendid9ikan berkebangsaan Jerman yang berpendapat bahwa seorang snsk dilahirkan kedunia ini sudah disertai pembawaan baik maupun buruk. Penganut aliran ini juga berpendapat bahwa dalam proses perkembangan anak, baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan sama-sama mempunyai peran yang sangat penting. Bakat yang dibawa pada waktu anak tersebut dilahirkan tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan yang baik sesuai dengan perkembangan bakat anak itu. Sebaliknya, lingkungan yang baik tidak akan menghasilkan prrkembangan anak yang optimal kalau memang pada diri anak itu tidak terdapat bakat yang diperlukan untuk dikembangkannya, sebagai contoh, hakekat kemampuan anak berbahasa dengan kata-kata, adalah juga hasil dari konvensi. Pada manusia ada pembawaan untuk berbicara melalui situasi lingkungannya, anak berbicara dalam bahasa tertuntu. Lingkungan pun mempengaruhi anak dalam pembawaan bahanya. Karna itu setiap anak manusia mula-mula menggunakan bahasa lingkungannya. Kemampuan dua orang anak (yang tinggal dalam lingkungan yang sama) untuk mempelajari bahasa mungkin tidak sama. Itu disebabkan oleh faktor kualitas pembawaan dan perbedaan sutuasi lingkungan, biarpun lingkungan kedua anak tersebut menggunakan bahasa yang sama.  William stern berpendapat bahwa hasil pendidikan itu tergantung pada pembawaan dan lingkungan, seakan-akan dua garis yang menuju ke satu titik pertemuan.
           Karena itu William stern disebut teori konvergensi ( konvergensi artinya memusat kesatu titik ). Jadi menurut teori konvergensi:
1.      Pendidikan mungkin untuk dilaksanakan
2.      Pendidikan diartikan sebagai pertolongan yang diberikan lingkungan kepada anak didik untuk mengembangkan potensi yang baik dan mencegah berkembangnya potensi yang kurang baik.
3.      Yang membatasi hasil pendidikan adalah pembawaan dan lingkungan.                    
Aliran konvergensi pada umumnya diterima secara  luas sebagai pandangan yang tepat dalam memahami tumbuh kembang manusia. Meskipun demikian terdapat fariasi mengenai faktor-faktor mana yang paling penting dalam menentukan tumbuh kembang itu.  Seperti telah dikemukakan bahwa variasi-variasi itu tercermin antara lain dalam perbedaan pandangan tentang strategi yang tepat untuk memahami perilaku manusia, seperti strategi disposisional / konstitusional, strategi phenomenologist/ humanistic, strategi behavior, strategi psikodimik/ psiko analitik, dan sebagainya. Demikian pula halnya dalam belajar mengajar, variasi pendapat itu telah menyababkan munlnya berbagai teori belajar mengajar dan atau teori/ model mengajar sebagai contoh dikenal berbagai pendapat tentang model-model mengajar seperti rumpun model behavior (umpan model belajar tuntas, model belajar kontrol diri sendiri, model belajar stimulasi, dan model belajar asertif), model belajar pemprosesan informasi ( model belajar inkuiri, model persentase kerangka dasar, atau advance organizer, dan model pengembangan berfikir),dan lain-lain. Dari sisi-sisi lain, variasi pendapat itu juga melahirkan berbagai pendapat gagasan tentang belajar mengajar, seperti peran guru sebagai fasilitator  atau informatory, teknik penilaian pencapaian siswa dengan tegas, objektif atau tes esai, permususa tujuan pengajaran yag sangat behavior, penekanan pada peran teknologi pengajaran.




D. Pendapat penulis
Dapat dikatakan bahwa masing-masing anak pasti berbeda pembawaannya maka dari itu tergantung pada diri anak masing” untuk merubah diri menjadi seseorang baik, walaupun kita hidup dalam lingkungan yang kurang baik tetapi dalam diri kita  terdapat pembawaan yang yang baik dan memiliki kemauan untuk merubah diri menjadi seseorang yang baik itu pasti akan tercapai.
E. Penutup
v  Kesimpulan:
Dari pembahasan artikel tentang aliran konvergensi di atas dapat disimpulkan bahwa lingkukangan dapat merubah kondisi kehidupan seorang anak.tetapi, semua itu tergantung pada pembawan anak itu tersebut, pada umumnya kita bisa melihat dari makna konvergensi itu sendiri yang artinya memusat kesatu titik.
v  Saran:
Dari pembuatan artikel ini saya menyarankan pada pembaca untu memberikan masukan atau kritik  dan saran yang bersifat membangun untuk yang lebih baik lagi kedepan.






DAFTAR RUJUKAN

Gunning,dalam Langefald.(1955).Aliran-aliran pendidikan. Jakarta, Reneka Cipta
William stren (1871-1937). Aliran Konvergensi. University Harvard.
J.J Ruosseau (1712-1778). Aliran Negatlisme. Paris University.  

aliran konvergensi



ALIRAN KONVERGENSI
“JULAIHA SAPSUHA”

Abstrak : Aliran konvergensi dipelopori oleh William stern,Ia berpendapat bahwa seorang anak dilahirkan  di dunia sudah disertai pembawaan bayi baik maupun pembawaan buruk. Proses pembawaan anak, baik faktor pembawaan maupun factor lingkungan sama-sama peranan sangat penting. Bakat yang di bawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan sesuai perkembangan anak itu. Adapun tujuan penulisan artikel ini yaitu pemberikan pemahaman kepada setiap calon tenaga kependidikan, utamanya calon pakar kependidikan tentang aliran-aliran klasik dan pendidikan ( konvergensi ) agar dapat menangkap makna setiap gerak dinamika pemikiran-pemikiran pendidikan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah library research (penelitian kepustakaan) dimana penelitian yang dilakukan dengan menggunakan literature/kepustakaan. Literature yang dimaksud adalah internet, buku, makalah dan skripsi. Data-data dan teori atau teman-teman yang diperoleh melalui internet, buku, makalah dan skripsi kemudian telah dan dipelajari. Hasil kajian pustaka menunjukan bahwa aliran konvergensi adalah keadaan menuju satu titik pertemuan.  

Kata kunci : Aliran konvergensi
A.Pendahuluan
Menurut J.J Ruosseau (1712-1778) Aliran-aliran pendidikan telah di mulai sejak awal hidup manusia, karna setiap kelompok manusia selalu dihadapkan dengan generasi muda keturunannya yang memerlukan pendidikan yang lebih dan layak dari orang tuanya. Didalam kepustakaan tentang aliran-aliran pendidikan, pemikiran-pemikiran tentang pendidikan telah di mulai sejak zaman Yunani kuno sampai kini. Oleh karna itu, pembahasan tersebut hanya dibatasi pada beberapa rumpun aliran klasik, pengaruhnya sampai saat ini dan dua tolak penting pendidikan di Indonesia.
            Alangkah pentingnya kita berteori dalam praktek di lapangan pendidikan karna pendidikan dalam praktek harus di pertanggungjawabkan. Tanpa teori dalam arti seperangkat alasan yang rasional dan konsisten dan saling berhubungan maka tindakan-tindakan dalam pendidikan hanya di dasarkan atas alasan-alasan yang kebutulan, seketika dan ajimumpung. Hal itu tidak boleh terjadi karna setiap tindakan pendidikan bertujuan memenuhi nilai yang terbaik bagi peserta didik dan pendidik. Bahkan pengajaran yang baik merupakan sebagian dari pendidikan selain memerlukan proses dan alasan yang  rasional serta intelektual juga terjalin oleh alasan yang bersifat moral. Sebabnya ialah karna unsur manusia yang di didik dan memerlukan pendidikan adalah mahkluk manusia yang harus menghayati nilai-nilai agar mampu mendalami nilai-nilai dan menata perilaku serta pribadisesuai dengan harkat nilai-nilai yang dihayati itu. Mari kita kembali berprihatin sesuai ucapan Dr.Gunning yang dikutip Langeveld (1955).  “praktek tanpa teori adalah untuk orang idiot dan gila, sedangkan teori  praktek hanya untuk orang-orang jenius”.
         Ini berarti bahwa pendidikan tidak dilakukan kecuali oleh orang-orang yang mampu bertanggung jawab secara rasional, sosial dan moral. Sebaiknya apabila pendidikan dalam praktek dipaksakan tanpa teori dan alas an yang memadai maka hasilnya adalah bahwa semua pendidik dan peserta didik akan merugi. Kita merugi karna tidak mampu bertanggung jawab atas esensi perbuatan masing-masing dan bersama-sama dalam pengamalan pancasila. Pancasila yang baik dan memadai, konsisten antara pengamalan (lahiriah) dan penghayatan (psikologi) dan penataan nilai secara internal. Dalam hal ini kita bukan menyaksikan kegiatan (praktek) pendidikan tanpa dasar teorkinya tetapi suatu praktek pendidikan nasional tanpa suatu teori yang baik. Adapun tujuan penulisan artikel ini yaitu memberikan pemahaman kepada setiap calon  tenaga kependidikan, utamanya calon pakar pendidikan tentang aliran-aliran klasik dalam pendidikan (konvergensi) agar dapat menangkap makna setiap gerak dinamika pemikiran-pemikiiran dalam pendidikan .
B. Metode
Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah library research (penelitian kepustakaan) dimana penelitian yang dilakukan dengan menggunakan literature/kepustakaan. Literature yang dimaksud adalah internet, buku, makalah dan skripsi. Data-data dan teori atau teman-teman yang diperoleh melalui internet, buku, makalah dan skripsi kemudian telah dan dipelajari

C. Hasil dan pembahasan
Perbedaan pandangan tentang faktor dominan dalam perkembangan manusia tersebut menjadi dasar perbedaan pandangan tentang peran pendidikan terhadap manusia, mulai dari yang paling pesimis sampai yang paling optimis. Aliran-aliran itu pada umumnya mengemukakan satu faktor dominan tertentu saja, dan demikian, suatu aliran dalam pendidikan akan mengajukan gagasan untuk mengoptimalkan faktor tersebut untuk mengembangkan potensi kehidupan manusia.
ALIRAN KONVERGENSI 
          Perintis aliran ini adalah William stern (1871-1939), seorang ahli pendid9ikan berkebangsaan Jerman yang berpendapat bahwa seorang snsk dilahirkan kedunia ini sudah disertai pembawaan baik maupun buruk. Penganut aliran ini juga berpendapat bahwa dalam proses perkembangan anak, baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan sama-sama mempunyai peran yang sangat penting. Bakat yang dibawa pada waktu anak tersebut dilahirkan tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan yang baik sesuai dengan perkembangan bakat anak itu. Sebaliknya, lingkungan yang baik tidak akan menghasilkan prrkembangan anak yang optimal kalau memang pada diri anak itu tidak terdapat bakat yang diperlukan untuk dikembangkannya, sebagai contoh, hakekat kemampuan anak berbahasa dengan kata-kata, adalah juga hasil dari konvensi. Pada manusia ada pembawaan untuk berbicara melalui situasi lingkungannya, anak berbicara dalam bahasa tertuntu. Lingkungan pun mempengaruhi anak dalam pembawaan bahanya. Karna itu setiap anak manusia mula-mula menggunakan bahasa lingkungannya. Kemampuan dua orang anak (yang tinggal dalam lingkungan yang sama) untuk mempelajari bahasa mungkin tidak sama. Itu disebabkan oleh faktor kualitas pembawaan dan perbedaan sutuasi lingkungan, biarpun lingkungan kedua anak tersebut menggunakan bahasa yang sama.  William stern berpendapat bahwa hasil pendidikan itu tergantung pada pembawaan dan lingkungan, seakan-akan dua garis yang menuju ke satu titik pertemuan.
           Karena itu William stern disebut teori konvergensi ( konvergensi artinya memusat kesatu titik ). Jadi menurut teori konvergensi:
1.      Pendidikan mungkin untuk dilaksanakan
2.      Pendidikan diartikan sebagai pertolongan yang diberikan lingkungan kepada anak didik untuk mengembangkan potensi yang baik dan mencegah berkembangnya potensi yang kurang baik.
3.      Yang membatasi hasil pendidikan adalah pembawaan dan lingkungan.                    
Aliran konvergensi pada umumnya diterima secara  luas sebagai pandangan yang tepat dalam memahami tumbuh kembang manusia. Meskipun demikian terdapat fariasi mengenai faktor-faktor mana yang paling penting dalam menentukan tumbuh kembang itu.  Seperti telah dikemukakan bahwa variasi-variasi itu tercermin antara lain dalam perbedaan pandangan tentang strategi yang tepat untuk memahami perilaku manusia, seperti strategi disposisional / konstitusional, strategi phenomenologist/ humanistic, strategi behavior, strategi psikodimik/ psiko analitik, dan sebagainya. Demikian pula halnya dalam belajar mengajar, variasi pendapat itu telah menyababkan munlnya berbagai teori belajar mengajar dan atau teori/ model mengajar sebagai contoh dikenal berbagai pendapat tentang model-model mengajar seperti rumpun model behavior (umpan model belajar tuntas, model belajar kontrol diri sendiri, model belajar stimulasi, dan model belajar asertif), model belajar pemprosesan informasi ( model belajar inkuiri, model persentase kerangka dasar, atau advance organizer, dan model pengembangan berfikir),dan lain-lain. Dari sisi-sisi lain, variasi pendapat itu juga melahirkan berbagai pendapat gagasan tentang belajar mengajar, seperti peran guru sebagai fasilitator  atau informatory, teknik penilaian pencapaian siswa dengan tegas, objektif atau tes esai, permususa tujuan pengajaran yag sangat behavior, penekanan pada peran teknologi pengajaran.

D. Pendapat penulis
Dapat dikatakan bahwa masing-masing anak pasti berbeda pembawaannya maka dari itu tergantung pada diri anak masing” untuk merubah diri menjadi seseorang baik, walaupun kita hidup dalam lingkungan yang kurang baik tetapi dalam diri kita  terdapat pembawaan yang yang baik dan memiliki kemauan untuk merubah diri menjadi seseorang yang baik itu pasti akan tercapai.
E. Penutup
v  Kesimpulan:
Dari pembahasan artikel tentang aliran konvergensi di atas dapat disimpulkan bahwa lingkukangan dapat merubah kondisi kehidupan seorang anak.tetapi, semua itu tergantung pada pembawan anak itu tersebut, pada umumnya kita bisa melihat dari makna konvergensi itu sendiri yang artinya memusat kesatu titik.
v  Saran:
Dari pembuatan artikel ini saya menyarankan pada pembaca untu memberikan masukan atau kritik  dan saran yang bersifat membangun untuk yang lebih baik lagi kedepan.






DAFTAR RUJUKAN

Gunning,dalam Langefald.(1955).Aliran-aliran pendidikan. Jakarta, Reneka Cipta
William stren (1871-1937). Aliran Konvergensi. University Harvard.
J.J Ruosseau (1712-1778). Aliran Negatlisme. Paris University.